Senin, 21 Maret 2011

Bahaya Krim Pemutih

Krim Pemutih Bisa Membahayakan Kesehatan


Pakar dermatologi Prancis Khadi Sy Bizet menentang penggunaan krem pemutih kulit. Dokter yang berasal dari Pantai Gading itu menemukan pasiennya memiliki wajah dengan bercak-bercak hitam, jerawat, dan garis-garis kaku pada kulit. Setelah ditanyai, ternyata itu merupakan dampak berkelanjutan pemakaian krim pemutih.

"Perempuan Afrika memakai krim yang mengandung kortison untuk memutihkan kulit," kata dokter yang menspesialisasikan dirinya untuk kecantikan kulit wanita Afrika itu.

Bizet menjelaskan krim pemutih mengandung zat bernama kortison. Jika digunakan untuk waktu panjang, kortison dapat merusak lapisan atas kulit.

Bizet mengaku dokter kerap menulis kortison sebagai resep untuk kasus-kasus kulit tertentu. Itupun digunakan untuk waktu singkat agar menghindari efek negatif. Tapi perempuan Afrika justru mencari efek samping itu dengan risiko merusak kesehatannya sendiri.

Tak hanya itu, kata Bizet, kortison sebenarnya obat peredam rasa sakit karena dosisnya keras. Apabila meresap ke dalam darah, penggunanya akan berisiko menderita diabetes, tekanan darah tinggi, atau penyakit akut yang membuatnya harus menjalani perawatan lama.

Bahan keras lainnya yang sering terkandung dalam krim pemutih adalah hydrochinon. Bahan kimia ini dulunya digunakan di kamar gelap dalam dunia fotografi. Cukup lama hydrochinon sempat dikenal sebagai sarana manjur menghilangkan bercak di kulit.

Meski demikian penggunaan secara sering dapat menimbulkan efek samping seperti kulit menjadi merah, terbakar, dan gatal-gatal. Oleh sebab itu Uni Eropa melarang penggunaan hydrochinon pada produk-produk kosmetik sejak tahun 2001.

Selain bahan kimia ada pula produk krim pemutih yang mengandung air raksa. Bahan yang tergolong memiliki kadar racun tinggi ini, dapat menyebabkan kerusakan parah pada organ tubuh sampai menimbulkan kematian. Raksa juga terkandung pada sabun-sabun yang dijual di Afrika. Semua produk ini harus digunakan setiap hari. Jika tidak, warna kulit akan kembali menjadi gelap, yang merupakan warna kulit aslinya.

Senin, 17 Januari 2011

AMERIKA GAGAL MEMECAHKAN SANDI DARI Indonesia

wikileaks, ya web yang tahun lalu menyebar sensasi dengan menguak dokumen rahasia Amerika. meski masalah ini dianggap sudah selesai, namun masih ada satu "misteri" yang belum terpecahkan, ternyata intelijen Amerika yang sedemikian canggih tak bisa memecahkan kode sandi dari Indonesia????
Menurut dokumen-dokumen rahasia yang didapat oleh Wikileaks, badan inteligen Amerika Serikat, CIA, dan badan keamanan nasional Amerika Serikat, NSA, menangkap pesan-pesan singkat (SMS) dari dan ke Indonesia. Pesan-pesan tersebut mempunyai traffic yang cukup besar.

Pesan-pesan ini membuat mereka curiga karena semua pesan singkat tersebut penuh dengan sandi yang berisi kode angka, huruf dan simbol. Sekilas kode-kode ini terlihat sederhana. Namun, para ahli kriptografi (ahli sandi) berpendapat sandi ini lebih kompleks dari yang terlihat. Kalimat-kalimatnya pendek, dan kata-katanya jauh lebih singkat dari kata-kata normal dalam bahasa Indonesia. Selain itu, tampaknya ada sebagian kata yang merupakan gabungan dari beberapa kata tetapi punya arti lain (portmanteaux). Bahasa yang digunakan sepertinya juga bukan bahasa Indonesia standar, atau mungkin bahkan bahasa daerah. Ini sama saja seperti penggunaan bahasa Navajo dalam Perang Dunia II untuk komunikasi, namun pesannya ditulis dengan mesin Enigma (alat sandi yang digunakan Nazi Jerman waktu perang dunia kedua); walaupun kodenya terpecahkan, bahasa yang digunakan belum tentu dapat dimengerti.


Bahasa Navajo

Bahasa Navajo atau bahasa Navaho (Diné bizaad) adalah sebuah bahasa pribumi di Amerika bagian utara dan tepatnya di sebelah barat daya Amerika Serikat. Bahasa ini terutama dipertuturkan oleh suku bangsa Navajo dan jumlah penutur bahasa ini kurang lebih adalah 175.000 jiwa. Bahasa Navajo termasuk rumpun bahasa Na-Dene. bahasa Navajo adalah bahasa yang dipakai sebagai sandi yang tak terpecahkan di perang dunia kedua.

 
Kembali ke Sandi dari Indonesia ini

Seorang agen yang menyelidiki pesan-pesan ini menyatakan: “Pesan berisi kode yang kirimkan lewat jalur terbuka seperti layanan SMS membuktikan orang yang mengirim yakin bahwa kodenya tidak mudah untuk dipecahkan, setidaknya sampai informasi yang dikode sudah tidak valid lagi. Kode ini harus dipecahkan secepatnya karena bisa mengancam keamanan nasional”. Pernyataan ini berada dalam sebuah laporan di dalam salah satu dokumen yang didapat oleh Wikileaks.

Berikut contoh pesan yang didapat oleh Wikileaks:

 q g mu km pg d4rQ,muv k4n k3slh4n q.
i luph u B3bh.